TEGAS Pelihara 7 Kilometer Mangrove

Dibaca: 1781 kali  Selasa,10 Desember 2013 | 09:31:00 WIB

TEGAS Pelihara 7 Kilometer Mangrove
Ket Foto : Ketua Kelompok Pelestari Wilayah Pesisir 'TEGAS', Kadarsiono,

JAKARTA - Keseriusan Kelompok Pelestari Wilayah Pesisir ‘TEGAS’ dalam peran pengendalian pencemaran dan kerusakan ekosistem wilayah pesisir memang layak diapresiasi. Dibawah pembinaan Pemkab Kepulauan Meranti, saat ini Kelompok TEGAS sudah memelihara mangrove sepanjang 7 kilometer pantai Pulau Rangsang.

Ketua Kelompok Pelestari Wilayah Pesisir ‘TEGAS’, Kadarsiono, usai menerima penghargaan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Senin (9/12) malam di Jakarta, mengungkapkan rasa haru dan bangga atas apresiasi Pemerintah Pusat melalui pemberian penghargaan Adibakti Mina Bahari Tahun 2013.

“Ini juga tidak terlepas dari perhatian Pak Irwan Bupati Kepulauan Meranti yang terus mendukung dan membina kami dalam berbagai kegiatan pelestarian mangrove di pesisir pulau rangsang, khususnya di pesisir pantai Desa Anak Setatah dan Desa Bantar, Kecamatan Rangsang Barat,” ujarnya.

Setelah bermula dari program Marine and Coastal Resources Management Project (MCRMP) Kementerian Kelautan dan Perikanan RI yang juga dibina oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Provinsi Riau tahun 2004 hingga tahun 2006 lalu, Kelompok Pelestari Wilayah Pesisir ‘TEGAS’ terus melakukan pembibitan mangrove secara swadaya.

“Untuk kegiatan pembibitan, saat ini terdapat 150.000 bibit pohon mangrove jenis api-api dan bakau yang dikelola Kelompok Pelestari Wilayah Pesisir ‘TEGAS’ di dua Desa, yakni Desa Anak Setatah dan Desa Bantar. Dari kegiatan penanaman, saat ini sudah dipelihara mangrove sepanjang 7 kilometer pantai di dua desa itu,” ungkapnya.

Dukungan dana pembinaan pembibitan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah, kata Kadarsiono, dimanfaatkan lagi untuk perluasan kegiatan pembibitan kelompok pelestari. “Saat ini anggota pengurus kelompok pelestari berjumlah 15 orang, dengan jumlah pekerja sebanyak 30 kepala keluarga,” jelasnya.

Setiap ada kegiatan penanaman mangrove oleh sekolah-sekolah, kelompok ini memberikan bibit mangrove secara cuma-cuma untuk mendukung kegiatan penanaman tersebut. “Sering kali kami melayani penyediaan bibit mangrove gratis untuk kegiatan penanaman yang dilakukan oleh pelajar sekolah dasar, SLTP, SLTA, perguruan tinggi dan pramuka,” ucapnya.

Untuk menjaga kesinambungan kegiatan kelompok pelestari, kata Kadarsiono, dirinya bersama para anggota kelompok lainnya juga pernah secara sukarela menyumbangkan hasil penjualan batang rumbia (sagu), menjual ikan dan menjual jengkol untuk mendukung kegiatan pembibitan dan penanaman mangrove.

“Kami pernah berdagang keliling dan pernah gadaikan surat tanah ke Bank untuk menutupi hutang kepada masyarakat yang dipekerjakan pada kegiatan pembibitan dan penanaman mangrove,” ungkapnya.

Dikatakannya, atas penghargaan Juara 1 kategori Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Ekosistem yang diberikan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Kelompok pelestari TEGAS sangat bersyukur, dan akan terus memotivasi kepedulian masyarakat lainnya dalam melestarikan lingkungan kawasan pesisir. (rep01)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com