Aih, SMAN 4 Tanjung Kedabu Hanya Miliki 1 Guru PNS

Dibaca: 2081 kali  Rabu,22 Januari 2014 | 02:43:00 WIB

 Aih, SMAN 4 Tanjung Kedabu Hanya Miliki 1 Guru PNS
Ket Foto : ilustrasi

RANGSANG PESISIR - Keterbatasan jumlah tenaga pendidik hingga kini masih dikeluhkan masyarakat di pelosok Desa Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Seperti di SMA Negeri 4 Desa Tanjung Kedabu yang saat ini hanya memiliki 1 orang Guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).
 
Miswan, Komite SMA Negeri 4 Tanjung Kedabu saat kunjungan Dewan Pendidikan Kabupaten Kepulauan Meranti, mengungkapkan, untuk menutupi kekurangan tenaga guru di SMA Negeri itu, pihak sekolah meminta dukungan tenaga guru SMP.
 
“SMA Negeri 4 memiliki 86 orang siswa. Saat ini masih merasakan kekurangan guru profesional, karena guru yang berstatus PNS cuma satu orang saja, selebihnya adalah tenaga honorer. Untuk menutupi kekurangan guru, kami menggunakan tenaga guru SMP,” ungkap Miswan.
 
Sementara itu, Warsiman, Komite SMA Negeri 3 Kedabu Rapat, mengatakan sekolahnya dan beberapa sekolah lainnya di Kecamatan Rangsang Pesisir masih banyak kekurangan guru, satu diantaranya adalah guru Eksakta seperti bidang studi Matematika, Fisika dan Kimia.
 
“Jika pun guru itu pernah ada, itu tidak berlangsung lama karena kebanyakan guru-guru ini segera mengajukan pindah. Padahal bidang eksakta sangat penting sekali sebagai penunjang bidang studi lainnya. Kami selaku orang tua murid dan Komite Sekolah berharap Pemerintah segera mengatasi ini,” harapnya.
 
Menanggapi permasalahan yang diutarakan sejumlah Komite Sekolah tersebut, Dewan Pendidikan Kabupaten Kepulauan Meranti yang diketuai oleh Selamat Marino SPd berjanji akan menyampaikan permasalahan tersebut untuk segera ditanggapi oleh Pemkab Kepulauan Meranti.
 
“Masalah kekurangan tenaga guru di wilayah Rangsang Pesisir mestinya mendapat sorotan dari pemerintah daerah dan dinas pendidikan. Perlu ada kerjasama yang maksimal antara pemerintah daerah setempat dan instansi terkait. Diharapkan ada langkah selektif untuk menyebarkan guru secara merata,” kata Selamat.
 
Ia mengharapkan pemerintah daerah bisa tegas terhadap guru PNS yang mengajukan pindah. Harus ada mekanisme atau pola meroling guru dalam penempatan tugas. “Pemerintah juga harus terapkan aturan yang jelas bagi guru yang pindah. Misalnya dengan membuat surat pernyataan atau fakta integritas,” ungkap Selamat.
 
Banyaknya tenaga guru yang pindah dari desa-desa terpencil, menurut Selamat Marino, ini akan berdampak terhadap penurunan kualitas pendidikan di Kabupaten Kepulauan Meranti. Tidak hanya itu, pembangunan SDM pun menjadi terkendala, terutama di wilayah pelosok dan perbatasan. (sas/rep01)
 
Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com