Lestarikan Sagu, Walhi Puji Warga Tebingtinggi Timur

Dibaca: 1454 kali  Senin,27 Januari 2014 | 01:06:00 WIB

 Lestarikan Sagu, Walhi Puji Warga Tebingtinggi Timur
Ket Foto :

SELATPANJANG - Keseriusan Masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti, khususnya warga Kecamatan Tebingtinggi Timur dalam melestarikan budaya dan potensi kekayaan alam setempat mendapat apresiasi positif dan pujian dari berbagai kalangan. Kecamatan penghasil Sagu terbesar di Kepulauan Meranti ini diminta untuk mempertahankannya.
 
Seperti disampaikan Riko Kurniawan selaku Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Provinsi Riau dalam sambutannya, Minggu (26/1/2014) malam kemarin di halaman Kantor Camat Tebingtinggi Timur.
 
Pujian serupa juga disampaikan perwakilan Walhi Nasional, Zenzi Akido, yang pada kesempatan itu hadir untuk menyaksikan langsung festival sagu dalam rangka memeriahkan ulang tahun ke 3 Kecamatan Tebingtinggi Timur dan ulang tahun ke 5 untuk Kabupaten Kepulauan Meranti.
 
"Sudah 33 tahun Walhi memantau daerah yang kebanyakan sudah hancur peradaban alamnya, tapi di Tebingtinggi Timur kami masih menemukan komunitas dengan budayanya sangat membanggakan," kata Zenzi.
 
Ditambahkan Zenzi lagi, di daerah asalnya pantai bagian barat pulau Sumatera, sudah menjadi adat bahwa setiap orang yang mau melamar wajib membawa sagu ke rumah calon mertuanya. Untuk itu, dia juga meletakkan harapan ke Tebingtinggi Timur khususnya Kepulauan Meranti untuk terus melestarikan sagu.
 
"Kalau di sini tidak lagi melestarikan sagu, tolong fikirkan saudara-saudara kita di tempat asal saya itu, mereka terancam tidak bisa menikah nantinya," kata Zenzi sambil bercanda.
 
Selain dari Walhi, artis ibukota personil Band Padi, Fadli dan Rindra juga menyampaikan rasa kagumnya bahwa di Kepulauan Meranti khususnya Sungai Tohor alamnya masih terjaga. Menurut Fadli orang bisa dianggap keren bukan karena tampil modis dengan pakaian dan peradaban modern, tetapi orang keren adalah orang yang bisa melestarikan alam hingga generasi penerus bisa merasakan manfaatnya.
 
"Keren, alamnya masih terjaga. Saya akan menceritakan pemandangan ini ke orang-orang di tempat saya. Kami sering keliling Indonesia bahkan dunia, tapi di Sungai Tohor masakannya enak, apalagi cendol sagunya. Rasanya paling enak sedunia dah, terima kasih," sambung Rindra yang merupakan bassis grup band Padi.
 
Fadli dan Rindra dibantu Iksan Skuter dan Yosep yang tergabung dalam Ring of Fire (kumpulan artis peduli lingkungan) tampil Minggu malam itu untuk menghibur masyarakat Tebingtinggi Timur sekaligus ikut mengkampanyekan peduli wisata sagu dan lingkungan, dengan mengikuti serangkaian kegiatan mulai dari menanam hingga mengolah sagu sejak tanggal 25 hingga 26 Januari 2014 kemarin.
 
Sementara itu, Camat Tebingtinggi Timur, Helfandi mengaku akan terus mengembangkan wisata sagu ini hingga menjadi ikon pariwisata hingga sampai ke tingkat nasional.
 
"Kita tidak perlu malu dengan kegiatan ini. Kita siap mengembangkan pariwisata sagu, kita telah berupaya banyak untuk mempromosikan wisata ini termasuk membawa media nasional untuk meliput serangkaian perlombaan dalam festival sagu kita ini," kata Helfandi ketika ditemui wartawan.
 
Pantauan di lapangan, berbagai perlombaan yang bernuansakan sagu sudah digelar sejak seminggu yang lalu. Stand-stand yang didirikan juga terbuat dari sagu mulai dari lantai yang dibuat dari uyung sagu, hingga atap yang terbuat dari daun rumbia (daun sagu, red) perlengkapan seperti tong sampah dan galon air juga dari sagu, dan di dalam stand dipamerkan berbagai macam makanan dari sagu.
 
Puncak perlombaan dalam memperingati hari jadi Kecamatan Tebingtinggi Timur yang jatuh tanggal 26 Januari 2014 kemarin, akan digelar pada tanggal 29 Januari 2014 sekaligus peresmian Gedung Kantor Camat yang baru. Dihari yang sama ini pula, akan digelar lomba menggolek tual sagu semifinal dan final. (sas/rep01)
Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com