Bertahun-tahun Ditipu, Masyarakat Rangsang Mulai Gerah

Dibaca: 1136 kali  Rabu,26 Februari 2014 | 10:34:00 WIB

Bertahun-tahun Ditipu, Masyarakat Rangsang Mulai Gerah
Ket Foto : Masyarakat Rangsang mengadu ke Dishutbun Meranti karena merasa tertipu oleh PT SRL

Masyarakat Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Selasa (25/2/2014) kembali mendatangi Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kepulauan Meranti. Mereka mulai gerah setelah bertahun-tahun merasa ditipu PT SRL dalam hal 'sagu hati' lahan mereka yang masuk konsesi perusahaan. Sebagaimana disampaikan Ishak yang merupakan Ketua Kelompok Tani Usaha Bersama di Rangsang yang lahannya bersinggungan dengan lahan konsesi PT SRL, ketika ditemui wartawan di Selatpanjang, Selasa sore itu.
 
Kata Ishak, sebelum Imlek 2565 tahun 2014 lalu, pernah dilakukan rapat bersama dengan Pemda, kepolisian dan pihak perusahaan, dan disepakatilah bahwa perusahaan akan membayar sagu hati atas lahan mereka yang masuk ke konsesi perusahaan itu sebelum Imlek. Namun, hingga saat ini apa yang telah dijanjikan perusahaan yang beroperasi di Rangsang itu tidak kunjung ditepati.
 
"Mereka janji sebelum Imlek sagu hati itu diselesaikan. Tapi sampai saat ini tidak ditepati PT SRL," kata Ishak kepada wartawan.
 
Rupanya disampaikan Ishak lagi, waktu rapat itu pula ada 3 BAP yang dijanjikan perusahaan akan diselesaikan sagu hatinya, yaitu selain Kelompok Tani Usaha Bersama, juga ada Tunas Karya yang diketuai Zulkifli dengan luas lahan 79 Ha, dan Karya Sepakat yang diketua Rozali dengan luas lahan 67 Ha.
 
"Ketiga BAP yang dijanjikan perusahaan akan diselesaikan sagu hati sebelum Imlek kemarin, sampai saat ini tidak satupun ditepati. Kami merasa sangat tertipu," tambahnya lagi.
 
Sementara itu disampaikan Ishak, mereka sudah bertemu dengan Hendri Wahyudi selaku juru bayar PT SRL di Rangsang, namun Hendri mengaku belum bisa membayarkan meski uang sudah masuk ke rekeningnya. Hendri harus menunggu persetujuan dari Feri selaku pihak legal.
 
"Kata Hendri, dia seperti anak kecil. Uang ada tapi tidak bisa membayar. Kita minta nomor Feri juga tidak diberikan. Janji perusahaan ini bukan kali ini saja, tapi sudah terjadi bertahun-tahun," ujar Ishak lagi, seperti yang dilansir dari GoRiau
 
Sementara itu, Humas PT SRL Abdul Hadi mengaku pihak perusahaan sudah membayarkan sagu hati tersebut. Hanya saja, ada beberapa administrasi yang belum diselesaikan oleh bidang legal. "Yang jelas perusahan sudah membayar, hanya saja ada beberapa administrasi yang harus diselesaikan bidang legal kita. Kita juga akan cek kembali terkait sagu hati ini," ungkap Abdul Hadi melalui sambungan teleponnya.
 
Sementara itu, sebelumnya Kadishutbun Meranti, M Murod MM MH, berharap pihak perusahaan bisa menghargai masyarakat. Sebab, bagaimanapun hak-hak masyarakat jangan sampai terabaikan.
 
"Kita akan komunikasikan baik dengan perusahaan. Kita tidak ingin terjadi seperti di tempat lain, kita harap janji-janji yang pernah dilontarkan harus ditepati, perusahaan juga harus serius menyelesaikan permasalahan ini. Masyarakat ini kalau diperhatikan dengan baik akan menjadi pagar bagi perusahaan, sebaliknya kalau dilukai akan menjadi duri bagi perusahaan. Kita tidak ingin kondisi tidak kondusif ini berlanjut," kata M Murod. (Rep01)
Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com