Kemarau, Warga Meranti Terpaksa Minum Air Redang Mentah

Dibaca: 1591 kali  Senin,03 Maret 2014 | 06:59:00 WIB

 Kemarau, Warga Meranti Terpaksa Minum Air Redang Mentah
Ket Foto :

PULAU MERBAU - Kemarau yang melanda Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, memang benar-benar mendera masyarakat, terutama masyarakat Desa Kuala Merbau, Kecamatan Pulau Merbau. Pasalnya, saat ini mereka terpaksa mengkonsumsi air redang tanpa dimasak. Air redang adalah air dari tanah gambut yang berwarna kemerah-merahan.
 
Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang warga Desa Kuala Merbau, Ibrahim kepada wartawan, Sabtu (1/3/2014) kemarin. "Kami sudah dilanda kemarau kurang lebih 3 bulan lamanya. Sumur-sumur dan persediaan air hujan sudah kering kerontang. Untuk minum kami terpaksa minum air redang mentah," ucap Ibrahim.
 
Air redang tersebut sengaja dikosumsi masyarakat tanpa dimasak, karena jika dimasak air tersebut akan terasa asam. Meskipun tidak mengetahui apakah kualitas air tersebut layak untuk diminum dan memenuhi kesehatan, mereka terpaksa mengambil resiko itu.
 
"Kalau sehat atau tidak air itu, kita tak pasti. Tapi, sejauh ini belum ada kita merasakan keluhan sakit akibat minum air redang mentah itu. Kita juga terpaksa, kalau memang ada air yang memang layak tentu kita maunya minum air yang sehat," ucap Ibrahim.
 
Hal senada disampaikan juga oleh Rustam, "Biasanya kita minum air hujan yang dimasak, tapi sudah 3 bulan tak hujan, dan persediaan air masyarakat pun sudah habis, mau tak mau kita harus minum air redang, hanya itu yang tersedia di sini," ucapnya.
 
Ditambahkan Rustam, untuk mendapatkan air redang itu pun, mereka terpaksa menempuh jarak kurang lebih 4 kilometer ke tempat sumber air redang yang tak hanya dipergunakan untuk minum, namun juga untuk keperluan mandi dan cuci.
 
"Hampir seluruh sumur rumah masyarakat disini kering semua. Ada yang berair tapi bercampur lumpur airnya berwarna abu-abu, yang tidak bisa diendapkan lagi. Jadi, meskipun jauh jaraknya yang mencapai 4 kilometer, kita terpaksa mengambil air disana," tutur Rustam.
 
Rustam maupun Ibrahim berharap, desanya segera memiliki pengolahan air bersih, agar dimusim kemarau mereka masih bisa mengkosumsi air yang layak minum.
 
"Desa cuma ada 1 sumur bor, itupun kami harus antri. Kami berharap ada sumber air bersih yang bisa digunakan masyarakat tanpa harus antri berlama-lama," harap Rustam. (sas/rep01)
Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com