Harga Produksi Anjlok, Petani Meranti Pilih Merantau ke Malaka

Dibaca: 1111 kali  Senin,06 Mei 2013 | 02:10:00 WIB

Harga Produksi Anjlok, Petani Meranti Pilih Merantau ke Malaka
Ket Foto :

RANGSANG BARAT-Kehidupan sebagai petani di Kecamatan Rangsang Barat, Kepulauan Meranti, Riau sudah tak seperti dulu. Jika sebelumnya dari hasil pertanian, warga bisa mencukupi kebutuhannya, kini untuk kebutuhan sehari-hari saja sudah tidak bisa. Akhirnya, sebagian besar warga yang berbatasan dengan Malaysia ini, memilih merantau ke Malaka, Malaysia sebagai buruh lepas yang bekerja berdasarkan proyek.

 
Sulitnya kehidupan di Pulau Rangsang, Kepulauan Meranti sudah dirasakan warga lima tahun terakhir, harga produk pertanian warga berupa kelapa, karet, kopi dan pinang dijual tak menentu, kadang naik dan turun tapi kalau pun naik, kenaikan sudah tidak sesuai dengan semakin besarnya kebutuhan warga.
 
"Sebagian besar warga kita sudah memilih berangkat ke Malaka, Malaysia untuk menyambung hidup. Kita tidak bisa menghambat karena memang harga hasil pertanian warga sudah tidak sesuai, apalagi biaya produksi seperti pupuk juga semakin tinggi, sementara harga jual menurun," jelas Camat Rangsang Barat, Joko Surianto Selamat.
 
Menurutnya, pihak kecamatan dan desa sudah berupa untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui berbagai program pemberdayaan, namun hasilnya kurang memuaskan karena berapa pun hasil pertanian warga, harga jualnya sudah tidak sebanding dengan produksi dan kebutuhan mereka.
 
"Selain itu, kita berharap ada kebijakan pemerintah mengenai harga jual produk pertanian. Jika memang harga produk turun, mungkin bisa dikembangkan menjadi barang setengah jadi yang harga jualnya bisa lebih tinggi, atau pola-pola lain yang sesuai dengan warga Rangsang Barat ini," tambahnya. (rep02/grc)
Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com