Petani Meranti Resah Harga Karet Anjlok

Dibaca: 1666 kali  Selasa,07 Mei 2013 | 01:34:00 WIB

Petani Meranti Resah Harga Karet Anjlok
Ket Foto :

SELATPANJANG-Turunnya harga karet dalam sebulan terakhir ini membuat warga Kabupaten Kepulauan Meranti khususnya para petani yang mengantungkan hidup mereka dari hasil karet mengeluh. Apalagi saat ini biaya kebutuhan harian terus meningkat jelang tahun ajaran baru.

"Saat akan menghadapi tahun ajaran baru seperti ini, anak-anak mau masuk sekolah dan ada yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Dengan harga karet yang terus turun dratis sangat menyulitkan kami memenuhi kebutuhan itu,“ ungkap M Yusuf, salah seorang petani karet asal Pulau Merbau, Senin (6/5) di Selatpanjang.

Menurut M Yusuf, sebelumnya harga karet mencapai belasan ribu rupiah, untuk tipe A berkisar Rp13.000 perkilogramnya, sedangkan tipe B bernilai Rp12.000 perkilogram.

"Namun saat ini untuk harga jual Tipe A hanya Rp9.000, sedangkan untuk tipe B Rp8.000. Jika dibandingkan dengan harga sebelumnya sangat jauh  terjadi penurunan. Dampak dari penurunan harga karet ini sangat dirasakan oleh para petani karet  seperti kami khususnya di Kecamatan Pulau Merbau, apa lagi bagi masyarakat yang bekerja sebagai pengambil upah noreh karet,“ sebutnya.

Saat ini lanjut Yusuf, masyarakat di desanya banyak yang mengeluh karena harga karet turun. Bukan hanya pemilik kebun karet, tapi warga yang biasa hanya mengambil upah sebagai penoreh getah menjadi semakin resah.

"Mereka tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi menurunnya harga karet. Sementara, sebagian besar masyarakat hanya bergantung dari hasil kebun karet. Diperkirakan sedikitnya sekitar 50 persen warga di beberapa desa di Kecamatan Pulau Merbau adalah petani karet," ungkapnya. (rep01)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com