Kerang Laut Meranti, Nasib Kini..

Dibaca: 3257 kali  Minggu,12 Mei 2013 | 08:27:00 WIB

Kerang Laut Meranti, Nasib Kini..
Ket Foto :

RANGSANG BARAT-Populasi berbagai jenis ikan di perairan Kabupaten Kepulauan Meranti kian menurun dari tahun ke tahun. Salah satu populasi yang berkurang signifikan adalah jenis kerang yang cukup mengkhawatirkan para nelayan yang selama ini mencari nafkah dari hasil menangkap atau mengambil kerang di tepian pantai.

"Kami mengharapkan para ahli dan pakar laut serta pakar lingkungan agar bisa meneliti kondisi tersebut dan langkah apa yang harus dilakukan untuk bisa menggairahkan kembali populasi berbagai jenis biota laut yang menjadi sumber makanan bagi masyarakat nelayan," ungkap seorang nelayan, Salman, yang sehari-hari mencari kerang di perairan Desa Melai Rangsang Barat, baru-baru ini.

Ia mengaku, kalau pada tahun-tahun sebelumnya untuk mencari kerang 10 kilogram hanya butuh waktu 3 hingga 4 jam saja, namun saat ini untuk mencari 5 kilogram saja selama waktu air surut hingga pasang tidak lagi didapatkan.

"Kalau dulu hasilnya lumayan bisa kita dapatkan puluhan kilogram sehari. Tapi sekarang tidak bisa lagi dan kita tidak tahu apa masalahnya. Sehingga pendapatan kami sebagai nelayan juga sangat turun drastis," akunya.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Himpunan Nelayan Indonesia Perwakilan Kabupaten Kepulauan Meranti, H Amiruddin di Selatpanjang. Ia mengakui akhir-akhir ini sering mendapat keluhan dari para nelayan tradisional yang ada di berbagai pelosok desa di Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Para nelayan belakangan ini mengeluhkan semakin berkurangnya hasil tangkapan mereka. Baik hasil tangkapan ikan, udang dan juga jenis kerang-kerangan termasuk siput. Para nelayan berharap agar pemerintah bisa memperhatikan kondisi kian menurunnya populasi dari berbagai jenis ikan dan biota laut pada umumnya itu," ujarnya.

Amir menyebutkan peraturan dan kententuan menyangkut pelestarian lingkungan hidup yang harus dipatuhi oleh berbagai perusahaan dan aktivitas masyarakat yang berpotensi menimbulkan polusi lingkungan itu, agar semakin diketatkan.

"Terutama keselamatan perairan laut Kepulauan Meranti yang cukup luas dan cukup rentan mendapat pencemaran. Baik dengan limbah cair maupun limbah padat lainnya. Ini harus ditangani secara fokus guna menyelamatkan perairan Kepulauan Meranti," harapnya. (rep02/mtr)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com