Harga Pinang Rendah, Petani Meranti Mengeluh

Dibaca: 878 kali  Rabu,15 Januari 2014 | 01:12:00 WIB

 Harga Pinang Rendah, Petani Meranti Mengeluh
Ket Foto :

SELATPANJANG - Petani Pinang di Kabupaten Kepulauan Meranti mengeluhkan rendahnya harga pinang di pengepul yang hanya berkisar Rp4000 perkilogram. Sementara informasi harga di daerah lain bisa mencapai Rp7000/kg. kondisi itu menyebabkan petani pinang di daerah ini belum menikmati penghasilan yang layak.
 
Seperti yang dituturkan petani pinang asal Desa Tenan, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Milah, menyebutkan bahwa harga pinang hanya dihargai Rp 4000 per kg. Milah tidak mengetahui berapa harga pasaran pinang kering yang sebenarnya. Ia hanya tau menjualkannya disalah seorang pengepul pinang di desanya.
 
“Jika memang harganya bisa mencapai Rp 7000 perkilo, berarti selama ini kami rugi. Kalau cuma seharga Rp 4000 itu memang belum cukup untuk menutupi kebutuhan hidup kami,” tutur Milah.
 
Tak jauh beda, Sumiati, petani pinang di Kelurahan Selatpanjang Selatan bahkan tak lebih beruntung dari Milah, hasil pinang kering dijual kepada pengepul seharga Rp 3000 perkilo. “Masih lumayanlah kalau petani di Tenan dihargai 4000 perkilo, kami yang tak jauh dari kota ini hanya dihargai Rp 3000 perkilo,” sebut Sumiati.
 
Sumiati mengakui tidak tau harus dijual kemana selain ke pengepul yang berada di sekitar kediamannya. Ia berharap ada pasar khusus yang menampung seluruh hasil-hasil komoditas pertanian.
 
“Kalau saja ada pasar khusus, mungkin harganya bisa seragam dan harganya bisa jauh lebih tinggi dari saat ini. Kalau seperti ini, kami petani pinang selamanya tidak akan bangkit,” ucapnya.
 
Sumiati berharap pemerintah daerah bisa mengusahakan agar harga pinang stabil sepanjang waktu, “Kapan lagi pemerintah daerah memperhatikan orang kecil seperti kami ini, kalau bukan sekarang,” imbuhnya. (sas/rep01)
 
Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com